Gangguan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini

Oleh:
Bareka Verninda Laelatul Asna
Unit Kerja: RA Interaktif Al Mina Bandungan

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Keluarga merupakan unsur terpenting dalam perawatan anak mengingat anak bagian dari keluarga. Kehidupan anak dapat ditentukan oleh lingkungan keluarga, untuk itu keperawatan anak harus mengenal keluarga sebagai tempat tinggal atau sebagai konstanta tetap dalam kehidupan anak. Anak juga sangat membutuhkan dukungan yang sangat kuat dari keluarga, hal ini dapat terlihat bila dukungan keluarga pada anak kurang baik, maka anak akan mengalami hambatan pada dirinya yang dapat mengganggu psikologis anak. Tetapi, jika dukungan keluarga terhadap anak sangat baik, maka pertumbuhan dan perkembagan anak akan stabil. Dukungan kepada anak akan tercermin salah satunya melalui pola asuh.
Kemandirian pada anak berawal dari keluarga serta dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Di dalam keluarga, orang tualah yang berperan dalam mengasuh, membimbing dan membantu mengarahkan anak untuk menjadi mandiri. Masa anak-anak merupakan masa yang paling penting dalam proses perkembangan kemandirian, maka pemahaman dan kesempatan yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya dalam meningkatkan kemandirian sangatlah krusial. Meskipun dunia sekolah juga turut berperan dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk mandiri, keluarga tetap merupakan pilar utama dan pertama dalam pembentukan kemandirian anak.
Perceraian menimbulkan dampak yang buruk bagi perkembangan emosi anak. Selalu bertindak kasar dan suka merendahkan anak akan membuat diri anak tersebut menjadi pemurung, kurang percaya diri/minder. Untuk membangkitkan rasa percaya dirinya membutuhkan dukungan dan dorongan yang besar dari lingkungan sekitarnya. Anak yang memiliki banyak kekurangan bila dibandingkan dengan teman-teman yang lain akan berpengaruh besar pada perkembangan kepribadiannya, apalagi kalau anak tersebut tidak mendapatkan dukungan baik dari keluarga ataupun lingkungan.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah faktor penyebab anak manja dna pemurung?
2. Apakah dampak dari anak yang manja dan pemurung?
3. Bagaimana cara mengatasi anak yang manja dan pemurung?

C. TUJUAN OBSERVASI
1. Untuk mengetahui faktor penyebab anak manja dan pemurung.
2. Untuk mengetahui dampak dari anak yang manja dan pemurung.
3. Untuk mengetahui cara mengatasi anak yang manja dan pemurung.

D. MANFAAT OBSERVASI
Observasi yang penulis lakukan di RA Interaktif Al Mina Bandungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pendidik sebagai acuan untuk mengatasi anak-anak yang berperilaku khusus.

BAB II
PEMBAHASAN

A. FAKTOR PENYEBAB ANAK MANJA DAN PEMURUNG
1. ANAK MANJA
a. Pengertian Manja
Pengertian anak manja adalah sikap seorang anak yang menginginkan segala keinginannya dan kemauannya selalu dipenuhi dan juga dituruti. Manja mengarah ke rasa untuk diperhatikan. Terkadang manja juga mengandung arti ketidakmandirian. Perasaan terasingkan, teracuhkan, serta terpinggirkan bisa membuat sifat ini muncul.
b. Profil Anak

image002

Nama : Maura Aulia Azzahra (Maura)
Usia : 4 tahun 1 bulan
Nama orang tua : Daryanto – Siti Munfaridah
c. Faktor Penyebab
a. Karena ketakutan yang berlebih – lebihan akan bahaya yang mungkin akan mengancam si anak . Dalam hal ini orang tua atau pengasuh akan selalu berusaha melindungi anak dari segala sesuatu yang mengandung bahaya, seperti melarang anak berlari- larian, bermain dipanas matahari, dibelanya jika ia berkelahi atau bertengkar dengan temannya.
b. Keinginan yang tidak disadari untuk selalu menolong dan memudahkan kehidupan anak karena mereka berfikir semua pekerjaan yang dilakukannya semata – mata untuk kepentingan anak. Akibatnya orang tua atau pengasuh memberi pertolongan yang berlebih-lebihan pada anak dan memanjakannya.
c. Karena orang tua atau pengasuh sendiri takut akan kesukaran, segan bersusah- susah , ingin mudah dan enaknya saja. Orang tua atau pengasuh takut kalau anak bertindak membandel dan terus merengek-rengek jika keinginannnya tidak terpenuhi, mereka merasa lebih mudah berbuat untuk menuruti kehendak anaknya dari pada berlaku sabar dan menahan nafsu amarahnya. Tapi mereka lupa bahwa dengan perbuatan itu anak akan lebih menyukarkan dan menuntut lebih banyak lagi . Itulah sebabnya seorang pengasuh sering memanjakan anak majikannya, ia takut akan kesukaran-kesukaran yang timbul dari anak dan kemarahan majikannya.

2. ANAK PEMURUNG
a. Pengertian Pemurung
Pemurung adalah orang yang pendiam dan tidak banyak bicara. Seseorang yang mempunyai sifat pemurung sering menampakkan wajah sedihnya dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya.
b. Profil Anak

image003

Nama : Nadia Mega Azahra (Mega)
Usia : 5 tahun 5 bulan
Nama orang tua : Indra Kardono – Umi Cholifah
c. Faktor Penyebab
a. Perceraian orang tua. Perceraian adalah suatu penderitaan traumatis bagi anak. Perceraian orang tua membuat terpramen anak terpengaruh, pengaruh yang tampak secara jelas dalam perkembangan emosi itu membuat anak menjadi pemurung, pemalas (menjadi agresif) yang ingin mencari perhatian orang tua / orang lain.
b. Sering membentak atau memarahi anak. Kita tidak menyadari bahwa bentakan yang kita lontarkan ke anak-anak sangat berpengaruh terhadap perkembangannya. Bentakan bisa membuat kepribadian anak menjadi buruk, serta perkembangan terhambat dan terganggu. Banyak orang tua yang menjadikan bentakan sebagai hal yang biasa dalam mendidik anaknya, mereka beranggapan bahwa dengan bentakan akan membuat anak itu menjadi penurut dan hormat terhadap mereka.
c. Perlakuan kasar terhadap anak. Orang tua melakukan kekerasan terhadap anak seperti memukul, menghukum, dan lain sebagainya dengan dalih ingin mendisiplinkan anaknya. Padahal tentu, cara tersebut adalah salah dan tidak dapat dibenarkan. Metode kuno orang tua dalam mendisiplinkan anak dengan cara yang keras seperti itu sudah selayaknya ditinggalkan, karena yang lebih dibutuhkan dalam mendisiplinkan anak adalah ketegasan, bukan kekerasan. Cara-cara yang terlalu keras seperti itu tidaklah efektif untuk membuat anak menjadi disiplin. Yang terjadi nantinya, anak bukannya menjadi disiplin malah justru bisa menjadi pribadi yang keras dan suka memakai cara kekerasan dalam menyikapi apapun.

B. DAMPAK ANAK MANJA DAN PEMURUNG
1. Anak Manja
a. Anak akan mempunyai sifat mementingkan dirinya sendiri , anak yang dimanja merasa dari kecilnya bahwa orang lain selalu menolongnya, selalu memandang dirinya lebih penting dari pada yang lain. Akibatnya , setelah anak menjadi besar, akan menjadi orang yang selalu ingin di pandang, ingin ditolong, merasa kepentingannya sendiri lebih penting dari pada kepentingan orang lain, ia selalu ingin dipuji, ingin menang sendiri, sehingga akhirnya dapat menjadi orang yang congkak dan tamak; perasaan sosialnya kurang.
b. Kurang mempunyai rasa tanggung jawab. Anak yang dimanjakan selalu mendapat pertolongan, segala kehendaknya diturut, tidak boleh dan tidak pernah menderita susah dan kesukaran. Hal ini akan menjadikan anak itu orang yang selalu minta pertolongan dan mengharapkan belas kasihan orang lain, ia tidak sanggup berikhtiar dan inisiatif sendiri. Meskipun ia telah berkeluarga masih selalu mengharapkan bantuan orang tuanya baik secara moril maupun materil . Sehingga orang tuanya telah tiada ia tidak bisa bekerja keras sehingga banyak kejadian anak yang dimanja sering mengalami penceraian.
c. Karena tidak ada kemauan dan inisiatif ; di sekolah anak yang manja itu bersifat pemalas. Ia enggan bersusah- susah mengerjakan soal pelajarannya ia suka mencontoh pekerjaan temannya, suka mencontek , ia sering tidak disenangi dan dijauhi sehingga anak yang manja itu terasing dari teman- temannya.

2. Anak Pemurung
a. Anak menjadi kurang percaya diri. Bila anak selalu dicela dan dibentak, dan tak pernah menerima perhatian positif saat ia melakukan kebaikan, maka ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri atau minder. Akan tertanam dalam jiwanya bahwa ia hanyalah anak yang selalu melakukan kesalahan, tidak pernah bisa berbuat kebaikan atau menyenangkan orang lain. Akibatnya, ia sering ragu-ragu atau tidak percaya diri untuk melakukan atau mencoba sesuatu karena takut salah. Misalnya, ia jadi tidak pede untuk mengaji atau membaca Al-Quran, gara-gara orang tuanya selalu membentaknya bila mendengar bacaannya salah.
b. Mudah menangis. Sikap ini ditunjukkan karena anak merasa tidak aman dengan lingkungannya. Karena ia kehilangan figur yang bisa melindunginya. Kemungkinan besar, anak menjadi sulit percaya dengan orang lain
c. Melakukan tindak kekerasan pada orang lain. Semua ini anak dapat karena ia melihat bagaimana orang dewasa memperlakukannya dulu. Ia belajar dari pengalamnnya kemudian bereaksi sesuai yang ia pelajari.
d. Secara kognitif anak bisa mengalami penurunan. Akibat dari penekanan kekerasan psikologisnya atau bila anak mengalami kekerasan fisik yang mengenai bagian kepala, hal ini malah bisa mengganggu fungsi otaknya.

C. CARA MENGATASI
1. Cara Mengatasi Anak Manja
a. Didiklah mereka itu ke arah percaya kepada kemampuan dirinya sendiri , dalam hal ini kita jangan memberi pertolongan kepadanya, jika ia tidak perlu benar.
b. Besarkan hatinya terhadap hasil- hasil usahanya yang telah dikerjakannya sendiri, kalau perlu pujilah mereka, jagalah agar mereka jangan bertambah kecil hati.
c. Kembangkan perasaan sosial anak itu, biasakan ia bekerja sama, bantu membantu dengan temannya.

2. Cara Mengatasi Anak Pemurung
a. Bantu mereka menjadi pribadi yang mandiri, tetapi tetap terbuka.
b. Tingkatkan komunikasi dan sosialisasi dengan anak. Ajak anak untuk berdiskusi atau menceritakan hal-hal apa saja yang ia jalani di luar sekolah.
c. Jadilah pendengar yg baik saat ia bicara. Tanggapi secara wajar apa yg menjadi pertanyaan dan pendapatnya. Dengan merespon secara positif atas pertanyaan dan pembicaraannya, akan menambahkan kepercayaan dirinya untuk berbicara dan bersikap terbuka.

BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN
1. Faktor penyebab anak manja adalah:
a. Ketakutan yang berlebihan akan bahaya yang mungkin mengancam anak.
b. Keinginan untuk selalu menolong dan memudahkan kehidupan anak.
c. Karena orang tua/pengasuh takut kesukaran dan enggan bersusah-susah.
Sedangkan faktor penyebab anak pemurung adalah:
a. Perceraian orang tua yang menyebabkan trauma bagi anak.
b. Sering membentak dan memarahi anak.
c. Perlakuan kasar terhadap anak.
2. Dampak dari anak manja adalah anak menjadi:
a. Mementingkan diri sendiri.
b. Kurang mempunyai rasa tanggung jawab.
c. Mempunyai sifat pemalas.
Sedangkan dampak dari anak pemurung adalah:
a. Anak menjadi kurnag percaya diri atau minder.
b. Mudah menangis.
c. Melakukan tindak kekerasan kepada orang lain.
d. Secara kognitif anak bisa mengalami penurunan.
3. Cara mengatasi anak manja:
a. Mendidik mereka supaya percaya pada kemampuan sendiri.
b. Besarkan hatinya terhadap hasil-hasil usahanya.
c. Biasakan anak untuk bekerja sama dengan temannya.
Cara mengatasi anak pemurung:
a. Bantu mereka menjadi pribadi yang mandiri tetapi tetap terbuka.
b. Tingkatkan komunikasi dan sosialisasi dengan anak.
c. Jadilah pendengar yang baik saat ia bicara.

B. SARAN
1. Hendaknya guru melakukan pendekatan kepada anak didik untuk mengetahui perkembangan sosial emosionalnya dan memberikan upaya-upaya untuk menangani masalah sosial emosional anak.
2. Bantulah anak dalam bersosialisasi agar ia mempelajari nilai-nilai apa saja yang dapat diterima kelompoknya.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.ra-miftahul-jannah.sch.id/2012/01/masalah-pada-anak.html, diakses tanggal 24 Oktober 2013.
http://www.safiyhati.com/2013/05/mencegah-anak-manja.html, diakses tanggal 24 Oktober 2013.
Nugraha, Ali. 2011. Metode Pengembangan Sosial Emosional, Jakarta: Universitas Terbuka.
Nugraha, Ali. 2009. Program Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat, Jakarta: Universitas Terbuka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s